Powered By Blogger

Seach Blog

Kamis, 28 Mei 2009

They Wish He Die

" Itu saja?" ujarnya lemah, hampir menyerupai bisikan," kalian akan meninggalkanku di sini?"
Pria-pria itu hanya diam, memandanginya dengan tatapan dingin tanpa ekspresi. Dalam kegelapan hutan, terlihat senyum sinis salah satu dari pria-pria itu, ditunjukkan padanya yang terduduk tak berdaya, dalam balutan jas yang kotor penuh darah.
Merek tidak mengangguk atau menggeleng meski ia menengadah kepada mereka dengan pandangan memohon. Percuma. Tidak akan ada ampunan.
Salah satu dari pria-pria dingin itu yang dulu temannya, patner kerjanya yg terikat dalam suatu sumpah setia organisasi, menaruh sebuah kamera tepat di depannya. Kemudian menyeringai senang.
" Kau tahu apa fungsinya ini, Collins?"
Dia hanya diam, masih dalam posisinya yang duduk dan bersandar pada sebuah pohon. Di sanalah sejak awal ia ditempatkan. Dikatupkannya bibirnya dengan rapat. Matanya memancarkan kebencian atas 10 jam penyiksaan yg telah mereka lakukan padanya karena pengkhianatannya pada organisasi
" Akan ada pertunjukan menarik, Collins," ujar pria yg lain," beraktinglah dengan bagus sebelum menemui ajalmu."
Setelah puas menyaksikan persiapan kematiannya, pria-pria itu segera meninggalkan tempat tersebut. Semakin jauh, hingga hilang ditelan kegelapan dan rimbunnya pohon di hutan itu

Suara-suara penghuni hutan dan hewan-hewan malam mulai terdengar. Namun hutan itu tetap sunyi dan gelap.
Dia menatap kamera yang tegak tepat di depannya. Membayangkan bos dan teman-temannya duduk dengan nyaman di markas ditemani segelas kopi hangat sedang menonton kematiannya, masing-masing bertaruh seberapa cepat ia bertahan di hutan.
Dia mencoba menggerakkan tubuhnya. Ia mendesis kesakitan.
Rasa ngilu dan perih tiba-tiba menyerang sekujur tubuhnya. Kesakitan terus merambat hingga tulang-tulangnya juga sukar digerakkan.
Ia mencoba lagi.
Namun hal itu sia-sia saja. Terlalu banyak luka yang ditanggung badannya
Dari balik jasnya, kemejanya, celana panjang, dan sepatu pantofelnya....
Sepertinya tidak dapat disebut sebagai tubuh lagi.

Kini dalam pikirannya terlintas banyak hal. Termasuk ulangtahunnya besok yang ke-25
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar