Lapangan itu tampak semarak. Tanah lapang yang semula biasanya kosong dan sunyi kini penuh dengan tenda-tenda dan pengunjung yg berjelalan. Memang sudah sejak petang tadi orang-orang tersebut, tua-muda, pria, wanita, anak-anak, remaja muda-mudi, semuanya tumpah ruah di tempat itu.
Semuanya makin jelas ketika di pintu masuk pengunjung terdapat gapura dari kayu yang dicat warna-warni dan dihias apik serta spanduk besar yang bertuliskan " Selamat datang di Festival Mystery to Magician." yang membuat penduduk setempat dan bahkan para pengunjung dari luar kota menyempatkan menikmati acara ini.
Festival ini diadakan oleh kelompok keliling Geovany and Friends. Mereka biasanya show di tempat itu setiap 3 atau 4 bulan sekali. Selain itu mereka akan show dari satu kota ke kota lainnya di Amerika. Hal ini dapat dilihat dari kereta-kereta Caravan yang terparkir di sisi-sisi lapangan. Model-model Caravan kaum gypsi yg berasal dari abad pertengahan.
Para anggota Geovany and Friends telah siap di tenda-tenda mereka, ada yg ukurannya besar dan ada pula yg kecil, kebanyakan memiliki pola-pola bergaris dan warna yg memiliki warna mencolok seperti merah, kuning, hijau, dan ungu. Di antara tenda-tenda itu juga dipasang deretan lampu warna-warni yg memeriahkan suasana.
Di tengah lapangan terdapat sebuah panggung dan berdiri seorang MC yang bergantian dgn MC lainnya mempromosikan isi masing-masing tenda dan agenda mereka selama show di tempat itu. Mereka sebisa mungkin menarik perhatian pengunjung yg baru memasuki lokasi festival.
Kira-kira ada 10 tenda di situ. Dan semuanya telah ramai dipadati para pengunjung.
2 tenda berisi pertunjukan sulap, segala macam sulap dipertontonkan di situ. Para penonton bertepuk tangan dan gemuruh bersorak setiap para pesulap dengan ciri khas mereka masing-masing mempertontonkan sulap mereka. 2 tenda berikutnya khusus untuk tempat ramalan. Kebanyakan yg datang ke sini adalah para remaja. Para peramal memanjakan pasangan muda-mudi dengan layanan konsultasi seputar percintaan, ramalan kecocokan pasangan, jodoh, nasib baik/buruk mereka, dan lain sebagainya.
4 tenda selanjutnya menjual suvenir-suvenir dari dunia Magic dan mengandung unsur Mistis. Ada juga toko yg menjual alat-alat sulap, alat meramal, jajanan, kue-kue, dan lain-lain.
Dan 2 tenda terakhir mempertontonkan pertunjukan boneka. Satu tenda berisi panggung drama boneka, yaitu kisah yang diperankan boneka yg dipasangi tali-tali untuk menggerakkan mereka dari atas.
Sedangkan tenda terakhir adalah pertunjukan yg paling ramai ditonton pengunjung festival itu. Pertunjukan " Richard and Remy". Ini merupakan pertunjukan boneka ventriloquist. Si ahli ventriloquist itu adalah Richard, seorang pria paruh baya yg kocak dengan sahabat bonekanya yg berupa pria setinggi setengah meter yang dengan potongan rambut pendek klimis dan setelan jas coklat plus dasinya yg berwarna merah. Saat itu Richard dan Remy sedang menceritakan lelucon tentang Raja Mesir. Tampak sekali bahwa pertunjukan itu sukses dari banyaknya penonton, sorakan, serta gemuruh tawa mereka pada setiap lelucon yg diceritakan Richard dan boneka kayunya.
Festival ini terus berlangsung hingga jam 01.00 pagi. Pada saat itupula pengunjung berkurang, pulang ke rumah masing-masing karena masih ada 5 hari lagi Geovany and Friends menetap di situ.
Semua tenda telah dibereskan. Begitu juga dengan peralatan sulap, panggung, peralatan pertunjukan boneka, suvenir, serta jajanan telah disimpan di tempat masing-masing oleh penyelenggara festival itu. Kini yang nampak di tanah lapang itu tinggal kereta-kereta Caravan dan orang-orang festival itu.
Semuanya makin jelas ketika di pintu masuk pengunjung terdapat gapura dari kayu yang dicat warna-warni dan dihias apik serta spanduk besar yang bertuliskan " Selamat datang di Festival Mystery to Magician." yang membuat penduduk setempat dan bahkan para pengunjung dari luar kota menyempatkan menikmati acara ini.
Festival ini diadakan oleh kelompok keliling Geovany and Friends. Mereka biasanya show di tempat itu setiap 3 atau 4 bulan sekali. Selain itu mereka akan show dari satu kota ke kota lainnya di Amerika. Hal ini dapat dilihat dari kereta-kereta Caravan yang terparkir di sisi-sisi lapangan. Model-model Caravan kaum gypsi yg berasal dari abad pertengahan.
Para anggota Geovany and Friends telah siap di tenda-tenda mereka, ada yg ukurannya besar dan ada pula yg kecil, kebanyakan memiliki pola-pola bergaris dan warna yg memiliki warna mencolok seperti merah, kuning, hijau, dan ungu. Di antara tenda-tenda itu juga dipasang deretan lampu warna-warni yg memeriahkan suasana.
Di tengah lapangan terdapat sebuah panggung dan berdiri seorang MC yang bergantian dgn MC lainnya mempromosikan isi masing-masing tenda dan agenda mereka selama show di tempat itu. Mereka sebisa mungkin menarik perhatian pengunjung yg baru memasuki lokasi festival.
Kira-kira ada 10 tenda di situ. Dan semuanya telah ramai dipadati para pengunjung.
2 tenda berisi pertunjukan sulap, segala macam sulap dipertontonkan di situ. Para penonton bertepuk tangan dan gemuruh bersorak setiap para pesulap dengan ciri khas mereka masing-masing mempertontonkan sulap mereka. 2 tenda berikutnya khusus untuk tempat ramalan. Kebanyakan yg datang ke sini adalah para remaja. Para peramal memanjakan pasangan muda-mudi dengan layanan konsultasi seputar percintaan, ramalan kecocokan pasangan, jodoh, nasib baik/buruk mereka, dan lain sebagainya.
4 tenda selanjutnya menjual suvenir-suvenir dari dunia Magic dan mengandung unsur Mistis. Ada juga toko yg menjual alat-alat sulap, alat meramal, jajanan, kue-kue, dan lain-lain.
Dan 2 tenda terakhir mempertontonkan pertunjukan boneka. Satu tenda berisi panggung drama boneka, yaitu kisah yang diperankan boneka yg dipasangi tali-tali untuk menggerakkan mereka dari atas.
Sedangkan tenda terakhir adalah pertunjukan yg paling ramai ditonton pengunjung festival itu. Pertunjukan " Richard and Remy". Ini merupakan pertunjukan boneka ventriloquist. Si ahli ventriloquist itu adalah Richard, seorang pria paruh baya yg kocak dengan sahabat bonekanya yg berupa pria setinggi setengah meter yang dengan potongan rambut pendek klimis dan setelan jas coklat plus dasinya yg berwarna merah. Saat itu Richard dan Remy sedang menceritakan lelucon tentang Raja Mesir. Tampak sekali bahwa pertunjukan itu sukses dari banyaknya penonton, sorakan, serta gemuruh tawa mereka pada setiap lelucon yg diceritakan Richard dan boneka kayunya.
Festival ini terus berlangsung hingga jam 01.00 pagi. Pada saat itupula pengunjung berkurang, pulang ke rumah masing-masing karena masih ada 5 hari lagi Geovany and Friends menetap di situ.
Semua tenda telah dibereskan. Begitu juga dengan peralatan sulap, panggung, peralatan pertunjukan boneka, suvenir, serta jajanan telah disimpan di tempat masing-masing oleh penyelenggara festival itu. Kini yang nampak di tanah lapang itu tinggal kereta-kereta Caravan dan orang-orang festival itu.
" Hu...hu..., maafkan aku, Tuan, hu....," rintih suatu sosok makhluk yg terbuat dari kayu.
Richard memelototi Remy, boneka kayunya yg setia menemani di setiap pertunjukan ventriloquist dengan wajah marah memerah. Saat itu mereka hanya berdua di Caravan milik Richard. Sedangkan anggota festival lainnya sedang sibuk menghitung pendapatan mereka dengan Geovany.
" Huh! Gara-gara kau, Remy. Pertunjukanku hampir kacau!" teriaknya tepat di wajah Remy, sehingga boneka kayu yg malang itu gemetaran.
Remy menangis ketakutan. " Hu...hu...maafkan aku, Tuan Richard," ujarnya memohon," aku kelelahan sehingga di panggung tadi banyak dialog yg luput kuucapkan. Kumohon, Tuan, jangan siksa aku."
" Hei kayu bodoh," sahut Richard sinis," kau pikir aku akan memberi maaf untuk sepotong kayu sepertimu? Untuk seonggokan willow tak berharga sepertimu? Hah!"
Tanpa buang waktu lagi Richard mengambil cambuk pakunya dan mencambuk tubuh Remy hingga mengucurkan darah.
Remy hanya menangis sambil merintih kesakitan. Ia tidak berani melawan, apalagi berteriak karena itu hanya akan membuat cambukan makin keras.
" Ha! ha! ha! Rasakan ini willow keparat!" seru Richard yg menggila. Cambukannya makin keras, terus menerus tanpa ampun.
" Tt..tuan...," Remy sudah hampir pingsan. Matanya berkunang-kunang, rasa sakit sudah tak tertahankan lagi," maafkan aku, Tuan. Tt...tuan..."
Namun, tiba-tiba mata Richard melotot ketakutan. Ia seperti orang yg kaget melihat setan. Dengan sekali sentakan tubuh tuannya jatuh berdebum di lantai Caravan.
Di belakangnya muncul Jacky yg memandang dengan senyum dingin.
" Jacky..., apa yang kamu lakukan?" seru Remy tertahan melihat Richard sudah tak bernyawa. Di tengkuknya ada sebilah pisau yg menancap.
" Aku menyelamatkan kamu, Anakku," jawab Jacky tenang," sekarang ayo kita pergi dari sini sebelum orang-orang menemukan mayat keparat ini."
Remy mengangguk lemah.
continued to part 2


Tidak ada komentar:
Posting Komentar