Beberapa minggu ini dia merasa gersang
hatinya kering seperti pasir gurun
yang bila tertiup angin menusuk-nusuk mata
menyesakkan nafasnya
dia hanyut dalam kebingungan
dan rasa penasaran yang meletup-letup
dia pun memutuskan mencari “Sesuatu”
yang bisa menyiram kegersangan itu
“Sesuatu” yang ia cari bukan asmara anak Adam dan Hawa
bukan hartanya yang berlimpah, rumahnya yang bak istana
atau tahtanya sebagai penguasa sebuah negri
“Sesuatu” itu juga bukan candu nikotin dan alkohol
ia butuh kebahagiaan dan kedamaian sejati
ia kini masih mencari “Sesuatu”
di antara setiap sudut rumah mewahnya
di antara perabotan ruang kerjanya
ia banting kemudi mobil menyusuri jalanan
mencari di pasar, di kantor, gedung pemerintah
ia menengadah
mencari di antara langit bergemintang
tapi hasilnya nihil!
ia tidak menemukan “Sesuatu”
sampai Tuhan menghargai usaha kerasnya
Tuhan menunjukkan jalan sebelum ia bosan mencari
sebelum hatinya mati karena penasaran
ia pun tergugu mendapati “Sesuatu” itu
luar biasa di atas ambang pikirannya
"Sesuatu" itu adalah Tuhannya sendiri
Betapa selama ini dia rindu akan Tuhan di hatinya
ia ingin sujud menyembah-Nya
mengagungkan nama Penciptanya
Di dalam gurun pasir yang gersang
ia bak menemukan oase
yang ia rengguk sepuas-puasnya
agar kekeringan hatinya sirna


Tidak ada komentar:
Posting Komentar